Saturday, January 31, 2009

Melbourne lumpuh karena kepanasan

Pekan ini adalah pekan terpanas yang pernah dialami oleh Melburnians (warga Melbourne) selama 100 tahun terakhir. Dalam tiga hari sejak Rabu 28 Januari hingga Jumat 30 Januari 2009, suhu udara di kota Melbourne dan sekitarnya mencapai angka 45 derajat Celcius. Bahkan dimungkinkan di beberapa daerah mencapai angka 50 derajat.

Dengan kondisi seperti ini, pemerintahan negara bagian (State Premier) sudah memberikan peringatan akan adanya heat wave yang dapat memicu hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh karenanya semenjak jauh-jauh hari, sudah diumumkan bahwa warga dilarang untuk melakukan hal-hal yang dapat memicu terjadinya kebakaran, seperti BBQ di tempat terbuka.

Di beberapa daerah, kebakaran hutan tetap terjadi dan merembet ke fasilitas saluran listrik yang mengakibatkan kelumpuhan sistem pasokan listrik ke pusat kota dan kerusakan jaringan kendali transportasi dalam hari-hari tersebut. Ada beberapa kejadian yang patut untuk dicatat disini, bahwa untuk kota yang disebut sebagai The Most Liveable City in the world, ternyata dalam menghadapi kejadian perubahan cuaca ini saja, pemerintahan sudah kewalahan mengatasi hal-ha berikut:

Kebakaran
Akibat tekanan panas dan heat wave, terjadi kebakaran di beberapa daerah di wilayah state Victoria. Susah payah John Brumby (State Premier) meninjau ke lokasi dan melihat potensi kerugian karena kabakaran. Semoga tidak ada koala-koala yang jadi korban ya..

Kereta tidak dapat beroperasi
Dari sekitar 2000 jadwal kereta yang ada, 730 jadwal harus dibatalkan dikarenakan sistem transportasi mengalami kegagalan total dan mayoritas jalur kereta yang menghubungkan Pusat kota/Central Business District dengan suburbs di sekitar menghentikan layanannya.
Operator kereta (Connex) menyatakan bahwa mereka harus menghentikan atau menunda layanan moda transportasi ini dikarenakan kerusakan pada armada kereta mereka. Sebagai wujud permintaan maaf, Connex membagi-bagikan es krim dan memberikan layanan gratis selama satu hari untuk para penumpang kereta, bis, dan tram. Layanan gratis ini bekerja sama dengan operator bis dan tram.


Ada beberapa penyebab dihentikannya layanan kereta saat suhu terlalu ekstrim seperti hari Kamis dan Jumat yang lalu (menurut versi Connex)


  • rel dapat mengembang dan berpotensi bahaya saat dilalui
  • sinar matahari yang terlalu terik dapat mengganggu pandangan masinis kereta untuk melihat jalur dan sinyal rambu-rambu
  • cipratan api dapat terjadi antara logam rel dan karet pembatas jalur
  • AC hanya dapat berfungsi normal saat suhu 35 derajat dan suhu ekstrim dapat menyebabkan disfungsi
Para warga komuter yang tinggal di outer suburbs (pakenham, cranbourne, epping,upfield, dll) biasanya dapat pulang ke rumah dalam waktu 30 menit, kini harus gigit jari karena harus menghadapi stress atas ketidak pastian berjam-jam menunggu dapat terlayani kereta.

Mati Lampu

Bisa dibayangkan jika harga listrik yang sangat tinggi tetapi warga masih tetap harus mengalami yang namanya mati listrik, tentunya warga sangat kesal dan meminta pertanggungjawaban dari operator (bahkan sampai ke tingkat pemimpin negara) untuk meningkatkan layanan agar tidak byar pet hanya gara-gara udara panas.
Sungguh ironi ternyata di negara maju masih juga mengalami hal yang sama dengan negara tetangga yang fasilitas pelayanan listriknya masih jauh tertinggal.

Bahkan Crown Casino yang dikenal sebagai ikon kota Melbourne pun terpaksa harus menerima kenyataan diputuskan aliran listrik. Wah, para penjudi itu pasti kesal sekali dan mencari-cari alasan agar dapat kompensasi kerugian :)
Korban jiwa
Yang sangat disayangkan adalah jatuhnya korban jiwa karena kepanasan. Bahkan, ambulans pun sangat sibuk melayani permintaan bantuan dari warga masyarakat.

Australian Open 2009
Ternyata panas juga membawa 'korban' bergugurannya beberapa pemain tenis dikarenakan tidak mampu menahan panas saat sedang bertanding. Salah satu contoh adalah pemenang AO tahun 2008, Novak Djokovic, terpaksa menyerah setelah panas yang menyengat membuat dirinya kehilangan kontrol dan konsentrasi saat sedang bertanding. Dia pun takluk oleh suhu 40 derajat di lapangan.

Lesson learned:
Apa yang dapat kita tangkap sebagai pelajaran dari peristiwa ini:
1. Wujud komitmen terhadap pelayanan publik sangat bagus terlihat dengan kesigapan dan cepat tanggap terhadap kegagalan yang terjadi. Mampukah kita contoh? Coba para pembaca yang bekerja di sektor publik tolong dibantu jawab?
2. Terlalu terlena dengan kenyamanan, sehingga lupa bahwa bahaya dan system faultiness dapat terjadi sewaktu-waktu. Saat itu terjadi, ternyata sistem tidak siap! Prepare the contingency plan earlier!
3. Jangan lupa kalo mother nature masih punya kuasa membolak-balik keadaan. Baru dikasih panas sedikit saja udah amburadul, apalagi kalo dikasih 100 derajat ;P

No comments: